Selasa, 19 Mei 2009
Gitar Balawan Tantangan Terberat
Munculnya Julius Salaka (38) sebagai empu gitar di Indonesia merupakan berkah dari krisis moneter pada 1997. Kini, Julius kebanjiran order. Tapi ia bertahan dengan produksi skala kecil dan eksklusif. Kenapa? Sulit dipercaya bahwa Julius Salaka, yang belatar pendidikan teknik sipil, mampu menghasilkan gitar-gitar eksklusif (custom guitar) untuk para seniman gitar terbaik negeri ini, bahkan mancanegara.
Asal tahu saja, Julius baru terjun ke produksi gitar pesanan pada 1997. Masih sangat baru. Krisis moneter, disusul krisis ekonomi dan krisis politik, pada 1997 ternyata membawa bekah bagi alumnus Universitas Brawijaya itu. Blessing in disguise! Julius kehilangan pekerjaan di sebuah perusahaan. Toh, ia tak lantas putus asa. “Saya tetap main gitar bersama teman-teman di gereja,” tuturnya.
Pria kelahiran 23 Juli 1968 ini memang dikenal sebagai gitaris jempolan kendati hanya dikenal di lingkungan gerejanya. Nah, di saat menganggur itulah Julius mendapat ide untuk menekuni hobi lamanya semasa remaja dan mahasiswa dulu: main gitar, mengotak-atik gitar, memodifikasi, merancang sound-sound khas. Caranya? “Saya rajin main internet. Bahan-bahan semuanya saya pelajari dari situ,” kata Julius.
Rekayasa gitar yang dilakukannya tidak selalu mulus. Prosesnya panjang, uji coba, trial and error, senantiasa dialaminya. Dan semakin dicoba, ia semakin menemukan ‘rahasia’ instrumen gitar yang tak habis-habisnya. Julius, yang didukung penuh pihak keluarga, pun kian tenggelam dalam dunia gitarnya yang asyik. Proses kreatifnya berjalan lancar, sehingga ia mampu mendesain bebeapa gitar unik. “Saya tidak mau meniru begitu saja gitar-gitar yang sudah ada. Harus selalu ada yang baru. Kalau sekadar meniru, ya, kreativitas kita di mana?” ujar pria yang tinggal di ‘Apotek Jitu’, Jl Raya Porong, Sidoarjo, itu.
Saat bermusik di lingkungan intern gereja, gitar unik karya Julius Salaka mendapat perhatian sesama musikus. Banyak yang bertanya, dan Julius menceritakan apa yang selama ini ia tekuni di rumahnya. Dan, entah siapa yang mengawali, desain gitar ‘made in Porong’ pun lekas menyebar di kalangan komunitas gitar. Akhirnya, seorang gitaris, sekaligus wartawan musik, bernama Andra ‘mencium’ keunikan Julius Salaka. Sejak itu Julius diwawancara panjang lebar, gitarnya dicoba, digauli... dan ternyata lulus. Nama Julius pun berkibar karena dibahas secara khusus di media khusus komunitas gitar Tanah Air.
“Sejak dipublikasikan itulah saya banyak mendapat telepon dan email dari teman-teman gitaris. Mereka pesan gitar ke saya,” cerita ayah dua anak ini. Julius pun melayani permintaan mereka dengan antusias. Semakin tinggi tingkat kesulitan gitar, Julius merasa semakin tertantang. Dengan begitu, ia dipaksa untuk berpikir keras, belajar dan belajar lagi.
Nah, di antara para penggila gitar kelas satu yang tertarik dengan Julius adalah I Wayan Balawan. Gitaris muda asal Bali ini sejak lama dikenal sebagai pemusik yang doyan eksperimen. Bakatnya yang luar biasa membuat Wayan Balawan tidak bisa lagi dipuaskan dengan gitar-gitar standar musisi profesional baik di dalam maupun luar negeri. Maka, Balawan pun menantang Julius Salaka untuk dibuatkan sebuah gitar unik, lain dari lain, belum pernah ada di dunia.
“Kita melakukan komunikasi sangat intensif lewat email. Kita bahas bagaimana sebaiknya,” tuturnya. Julius Salaka akhirnya menemukan ide membuat gitar dengan dua leher (double neck) seperti yang biasa dipakai Wayan Balawan sekarang. “Atasnya enam senar, bawah tujuh senar. Jadi, seluruhnya 13 senar,” ungkap Julius. Gitar konvensional, kita tahu, hanya satu leher dengan enam senar.
Lalu, bagaimana cara mainnya? Jelas membutuhkan skill yang luar biasa. Dan kebetulan Balawan dianugerahi talenta istimewa untuk menaklukkan gitar paling unik garapan Julius Salaka. “Balawan itu cepat sekali beradaptasi dengan gitar buatan saya,” puji Julius. Julius, Anda tidak tertarik memproduksi gitar dalam jumlah besar? “Wah, saya yang belum siap. Anak buah saya hanya enam orang. Sebelumnya malah hanya tiga orang,” tukasnya. Tak salah, memang. Sebab, seorang ‘empu’ di mana pun hanya mau menghasilkan karya-karya eksklusif dengan cita rasa dan standar kualitas tingkat tinggi.
Anda yang tertarik dapat menghubungi alamat berikut: Julius Salaka Jl Raya Porong 141Porong, Sidoarjo telepon (0343) 852463 atau HP 08121607038








0 komentar:
Posting Komentar